21.5.08

BROTHERS & SISTERS


Inspiring story cerpen gue yang di post sebelumnya ini udah menyelesaikan season 2-nya. Kehidupan The Walkers semakin rumit, perceraian Sarah-Joe menimbulkan konflik hak asuh anak. Kitty dan McCallister yang akhirnya menikah namun harus disayangkan karena tidak bisa memiliki anak. Hubungan Tommy dan Julia sempat renggang karena Julia meninggalkan Tommy dan Tommy berselingkuh dengan Lena, bawahannya di kantor baru bersama Holly. Kevin, mas gay yang satu ini juga punya cerita cinta sendiri, Jason McCallister yang jadi pacarnya lalu pergi ke Malaysia, membuatnya kesepian, disaat itu muncul lagi Scotty, mantan pacarnya yang akhirnya dinikahinya di akhir season. Justin, dia terperangkap dalam cinta Lena, dan mempunya rasa kepada Rebecca, yang jelas-jelas adik tirinya. Namun, Rebecca yang hidupnya flat harus mengakui bahwa dia bukanlah The Walkers, dia test DNA dan membuktikan bahwa William bukanlah bapaknya. Justin senang, paling tidak, dia bisa mencintai Becca karena bukan adiknya. Holly semakin berkuasa atas Ojai & Walker Landing Co., sementara Nora sedang dalam masa senangnya, dia menemukan Isaac, duda yang sangat mencintainya. Di bagian akhir season, ada nama Ryan, muncul. The Other Walkers.

Bakal seru di season 3!!!.


19.5.08

EPISODE 13 : JUJUR

Julia menyempatkan diri mampir ke perusahaan Sonny. Tidak ada yang berubah dari semua ruangan karyawan, Sonny memang pemimpin yang mengerti apa keinginan karyawannya, semua ornament ruangan karyawan tertata rapih dan sangat nyaman. Mulai dari satpam sampai janitor hafal siapa Julia, mereka memberikan senyum saat Julia melewati lorong menuju ruangan Donny. Dia melihat Karin sedang sibuk di ruangannya.

“Hai, apa kabar sayang?”, tanya Julia dari pintu ruangan Karin.
“Mah, baik”, jawab Karin singkat.
“Ehm, mamah ke ruangan kakak kamu dulu”.
“Oke”.
“Wanna come?”.
“Ehm, gak mah, aku masih sibuk”, Karin mencoba menghindari bertemu dengan Donny..
“Ya udah”.

Julia meneruskan langkahnya menuju ruangan Donny.

“Siang Don, Guh”, sapa Julia.
“Siang mah”.
“Siang mbak”, jawab Teguh.
“Ugh, hari yang panas, gimana-gimana?”, Julia menanyakan alasan Donny memanggilnya.
“Ini surat penandatanganan kontrak PT. Reksa Jaya, karena mamah juga owner perusahaan ini maka mamah juga harus tanda tangan”.
“PT. maksud kamu? PT. Reksa Jaya yang udah lebih dari 2 tahun kamu handle tapi gak pernah bisa goal?”.
“Yep”.
“Wow, great, ini tanda kalau perusahaan kita akan maju lagi seperti dulu, oh mamah seneng banget sayang”. Julia memeluk Donny dan Teguh. “Tapi any idea, kenapa kita bisa dapetin proyek ini?”.

Donny memandang Teguh, dia tidak ingin ibunya terintervensi tentang Wina.

“Wina”, jawab Teguh.

Julia tanpa ekspresi, apa yang dia rasakan bukanlah sebuah kebencian lagi.

“Dimana ruangan dia?”, tanya Julia.
“Ehm, di samping ruangan Karin”, jawab Donny singkat.
“Oke, ehm, Karin gak apa-apa kan?”.
“Maksud mamah?”.
“Mamah lihat dia diem, gak biasanya, ada masalah sama Asnar?”.

Donny ingin mengatakan bahwa merekalah yang bermasalah, namun dia tidak ingin ibunya tahu.

“Mungkin”, jawab Donny singkat.
“Ya udah, kalau gitu mamah udah selesai tanda tangannya, mamah mau ke ruangan Wina”, ujar Julia.
“Oke mah”, jawab Donny.
“Aku ikut mbak, sekalian nyerahin laporan ini ke Wina”, Teguh berkata.
“Baik”, jawab Julia singkat.

-.-.-

Rocky meminta cuti sehari untuk berfikir tentang apa yang akan menjadi keputusannya di kantor. Dia mencoba membuat harinya tenang, berenang dan bersantai di rumah. Sabrina berjalan menuju tepi kolam dan duduk.

“Mamah kemana?”, tanya Sabrina.
“Ke kantor, katanya sih dipanggil sama mas Donny”.

Sabrina hanya mengangguk tanda mengerti.

“Gimana Satria?”, tiba-tiba Rocky menanyakan.
“Gimana apanya?”.
“Ya jawaban lo, belom ketemu lagi sama dia?”.
“Oh, belum, gue juga belum mikirin kok”.
“Na, cowok itu gak mau nunggu, dia butuh kepastian lo”, jelas Rocky.
“Gak taulah Rock, gue juga bingung gimana harus mulai hubungan ini”.
“Lo pernah bilang kalau dia adalah sosok yang beda dibandingin mantan-mantan lo yang dulu, jadi kurang apa lagi?”.
“Mungkin gue trauma Rock, atas apa yang terjadi di kehidupan gue sebelumnya, gue mungkin belum siap menjalani hubungan baru apalagi sampai seserius itu”.
“Satria ngajakin lo kawin?”.
“Secara eksplisit sih engga, dia cuma bilang kalau dia gak maen-maen sama hubungannya. Yang, yang gue gak abis fikir, kita baru aja 3 kali ketemu dia udah mau kita komitmen, terlalu cepet aja buat gue”.
“Mungkin dia emang gak mau kehilangan elu?”.
“Bukannya harusnya dia harus yakin kalau emang dia ingin hidup sama gue?, yakin kalau gue akan baik-baik aja”.
“Yakin? Yah, yakin adalah sesuatu yang lagi gue hadepin saat ini Na”.
“Ada apa? Lo ada masalah sama Nathan?”.
“Gue juga gak tau apakah ini masalah atau bukan”.
“Hubungan kalian baik-baik aja kan?”, Sabrina khawatir.
“Awalnya gue yakin kalau hubungan gue sama dia akan baik-baik saja, taoi gue gak tau, ada hal yang sangat mengganjal di hubungan ini, keyakinan gue sama dia bahwa dia bisa merahasiakan hubungan ini sementara”.
“Dia berhak ngasih tau kesiapapun tentang hubungan kalian”.
“Gue belum siap Na”.
“Siap gak siap, lambat laun orang lain akan tahu hubungan kalian”.
“Ya, udah ada yang tau”.
“Nah tuh kan, jadi ngapain kalian nutupin”.
“Bukan Nathan tapi gue”.
“Stop being egois Rock, pacaran itu menghubungan dua kepala menyamakan visi dari satu kepala aja, sedangkan satu kepala yang lain harus mengerti dan menerima apa adanya”.

Rocky memahami pernyataan Sabrina, menerima apa adanya adalah hal yang sangat jarang dia lakukan untuk Nathan.

-.-.-

Julia dan Teguh mendatangi Wina.

“Hai Win”, sapa Julia.

Wina agak terkejut atas kedatangan Julia apalagi bersama Teguh.

“Siang”, jawab Wina agak gugup.
“Ehm, tenang aja saya datang kemari bukan bikin kamu jadi tersinggung lagi”, Julia mencoba membuka obrolan.

Wina hanya tersenyum.

“Win, aku kesini cuma mau bilang terima kasih atas apa yang sudah kamu lakukan untuk perusahaan ini, kamu telah menyelamatkan perusahaan ini paling tidak dua kali. PT. Reksa Jaya akhirnya bisa kita menangkan, mas Sonny pasti bangga sama kamu Win”, jelas Julia sembari memegang tangan Wina.
“Ini udah tugas saya Jul, mencoba menyelamatkan apa yang sudah dibangun oleh mas Sonny”.
“Dan aku minta maaf kalau Karin membuat kamu tersinggung, kita sedang emosi dan panik waktu itu”.
“Sudah saya maafkan Jul”.
“Kamu masih sering inget sama mas Sonny?”.
“Ya”.
“Let him go, aku udah ngerasain gimana sakitnya nginget dia, aku udah coba rela namun tetap saja aku membenci dia, benci karena dia telah berbohong lebih dari 20 tahun menyembunyikan pernikahan kalian, benci karena dia tidak pernah bisa jujur dari awal. aku udah melupakan dia”.
“Tapi Jul”.
“Win, denger, kamu gak akan pernah bisa puas sama seorang Sonny Sudharman, aku ingin kita bisa bersama-sama melupakan dia dan mencoba lembaran baru, mungkin kamu udah mulai duluan bersama Teguh”.

Teguh yang daritadi hanya diam langsung terkejut bahwa hubungannya dengan Wina sudah diketahui Julia.

“Mbak jangan salah paham, saya deket dengan Wina setelah mas Sonny meninggal”, jelas Teguh.
“Guh, aku gak apa-apa kok, malah seneng, setelah bertahun-tahun kamu terpuruk karena ulah mantan istri kamu, kamu udah bisa membuka hati kamu untuk wanita lain, dan aku seneng untuk itu”, jelas Julia.
“Makasih mbak”.
“Win, jagain Teguh, aku yakin Teguh jauh lebih baik dari mas Sonny”, Julia tersenyum.
“Ini artinya kamu udah bener-bener maafin saya, Jul?”, tanya Wina.

Julia memandang Wina, lalu memeluknya.

“Ya, aku akan mencoba memaafkan kamu”, Julia tersenyum.

-.-.-

Garry masih berdua dengan Rara di ruang tengah rumah Nathan, mereka benar-benar larut dalam kemesraan. Tersenyum dan tertawa bersama.

“Gar, aku mau cerita sama kamu”.
“Cerita apa sayang?”.
“Ini masalah ayah”.
“Ayah kamu? Bukannya kamu pengen ngelupain dia”.
“Aku nyoba ngelupain dia, tapi, ini bener-bener berat, kemarin pas wisuda, dia dateng nemuin aku, dari raut wajahnya dia kelihatan menyesal sangat menyesal”.
“Ra, aku gak mau ikut campur dalam perasaan kamu, tapi, aku cuma concern sama kamu, aku gak mau kamu terpuruk dan tersiksa lagi, aku gak mau”.
“Aku gak boleh egois, setiap manusia punya kesempatan kedua”.
“Tapi ayah kamu udah kamu beri berapa kesempatan? Berapa kali dia nyakitin kamu dan berapa kali dia minta maaf sama kamu, nyesel atas apa yang dia lakukan. Ra, aku gak mau harus berusaha keras memahami apa yang terjadi sama ayah kamu”.
“Lalu aku harus berbuat apa?”.
“Perbuat apa yang harus kamu perbuat, aku gak bisa ngasih solusi, karena dia adalah ayah kamu, dan dia berhak atas kamu”.
“Kenapa kamu selalu bisa memahami aku dan aku belum bisa pahami kamu Gar?”, Rara sangat mengerti bahwa dia tidak begitu sempurna untuk Garry.
“Kamu bisa mencoba, oke?”, Garry memeluk erat Rara.

Dalam kehangatan itu, tiba-tiba handphone Garry berdering. Garry melihat display handphone-nya, sebuah nama yang membuatnya terkejut.

“Ya”, sapa Garry.
“Gue, gue butuh lo”, jawab laki-laki di ujung telepon.
“Oke, apa yang harus gue bantu?”.
“Ehm kita ketemu aja”.
“Dimana?’.
“Gue, gue udah ada di depan rumah lo”.
“Oke, gue, gue kesana”.

Garry menutup teleponnya.

“Siapa Gar?”, tanya Rara.
“Ehm, temen kampus, dia kayaknya lagi butuh bantuan, aku pulang dulu”.
“Ya udah, ati-ati ya”.

Garry mencium kening Rara.

-.-.-

Donny menerima kedatangan pak Mulya di ruangannya, dia adalah klien Donny untuk proyek Serang, beberapa jam sebelumnya pak Mulya mendadak ingin bertemu dengan Donny, dia juga agak bingung, biasanya Mutia yang ditugaskan untuk memberikan berita apapun tentang proyek ini.

“Sore pak, ada yang penting kayaknya”, sapa Donny yang didampingi Karin.
“Saya minta maaf kalau pertemuan ini sangat mendadak, pak Donny, bu Karin, ada hal penting yang harus saya katakan langsung kepada anda”.
“Oke, kami, kami siap mendengar”, kata Donny diamini oleh Karin.
“Saya, saya juga gak tahu harus memulai pembicaraan ini dari mana, anda semua tahu pastinya bahwa proyek Serang adalah proyek kerjasama perusahaan kami dengan pemda setempat, dan, setelah KPK mengecek keberadaan proyek ini, ada nilai kontrak yang digelembungkan oleh pemda, mereka semua tertangkap dan diperiksa, untung saja perusahaan kami tidak tersangkut karena kamu hanya supplier dan perusahaan anda hanya kontraktor”.
“Oke, lalu apa yang harus kita lakukan”, Tanya Karin.
“Maaf, dengan, dengan sangat terpaksa perusahaan kami akan menghentikan proyek ini sampai semuanya tuntas”, Mulya menyesal mengatakan itu. “Saya sangat menyesal karena mengatakan ini terlalu cepat, tapi ini yang terjadi, we, we lost our budget”.

Donny dan Karin shock, pekerjaan mereka selama lebih dari 4 bulan harus terhenti tanpa ada pertimbangan keputusan.

“Tapi 2 minggu lagi proyek ini selesai pak”, kata Donny.
“Iya saya tahu, tapi saya gak mau jika ini diteruskan perusahaan saya atau bahkan perusahaan bapak akan diperiksa KPK karena keterlibatan kita dengan pemda setempat, saya mohon maaf, tapi masalah pembayaran untuk proyek ini sudah kami siapkan dan besok kami langsung transfer ke rekening perusahaan bapak”, jelas Mulya.
“Wow, it’s shocking us”.
“Saya tahu ini akan berat untuk kita, kerjasama yang sudah kita bangun harus berakhir karena ada oknum yang menyelewengkan dana proyek”.
“Oke pak, kalau itu emang udah keputusan bapak, dan saya sangat menghargai kewajiban bapak untuk membayar semua biaya proyek ini ke perusaan kami”, jelas Karin.
“Kalau begitu saya pamit, dan nanti staff saya akan menghubungi bagian keuangan perusahaan anda, sekali lagi saya minta maaf ini di luar dugaan saya, saya harap pak Donny, bu Karin tidak merasa kecewa dengan hasil ini dan kita bias bekerjasama di lain waktu”.
“Pasti pak, ini kondisional, kita gak bisa ngapa-ngapain lagi kan?”, tanya Donny.
“Ya”, jawab Mulya singkat. “Oke, kalau begitu saya pamit, selamat sore”.

Mulya menyalami Donny dan Karin, kemudian meninggalkan ruangan.

“Kamu lihat sendiri kan, proyek ini udah selesai itu artinya hubungan aku dan Mutia juga udah selesai”.
“Maksud mas, hubungan kalian selesai, berarti mas memang punya hubungan dengan Mutia. Oh, good, mas, aku gak ngerti kenapa ini semua terjadi, aku gak ngerti kenapa mas gak pernah ngeliat mamah. Dia mati-matian menjaga hubungannya dengan papah sementara papah mempunyai selingkuhan yang dinikahinya, lalu apa bedanya mas sama papah”.
“Aku beda, aku gak mau ngelakuin ini, aku ngelakuin ini karena proyek ini”.
“Proyek, proyek kamu jadikan alasan”.
“Tapi ini benar Rin, aku melakukan karena Mutia terus menerus mengancam aku akan membatalkan kontrak kerja ini jika aku gak bisa ngelayani dia, dan aku gak mencintai Mutia”.
“Sex slave? Ini lebih buruk dari perselingkuhan mas, aku gak sangka kamu serendah itu”.
“Rin, aku ngelakuin ini demi perusahaan, dan ini kesalahan, dan aku akan meninggalkan kesalahan itu saat ini juga”.
“Itu lebih baik”, kata Karin sinis.
“Apa yang lebih baik?”, tiba-tiba Rinna masuk ke ruangan itu.
“Mbak Inna, ehm tumben kesini?”, tanya Karin terkejut.
“Aku mau belanja dan mas Donny udah janji mau nemenin”, jelas Rinna.
“Ehm, sayang, kamu bisa tunggu di ruanganku?”, pinta Donny kepada Rinna.
“Oke, aku tunggu ya, jangan lama-lama”, jawab Rinna.
“Ya”, Donny tersenyum.

Karin juga ikut meninggalkan ruangan Donny namun dihalangi Donny.

“Rin, aku mohon jangan pernah cerita masalah ini ke Rinna, toh semuanya udah berakhir”.
“Aku gak akan pernah cerita ke mbak Inna, tapi aku harap kamu yang cerita ke dia, berusaha jujur akan lebih baik meskipun itu membuat kecewa orang lain dan menyakitkan”, ancam Karin.
“Akan aku coba, terima kasih Rin”, jawab Donny singkat.

-.-.-

Garry berjalan menuju beranda rumahnya, ada laki-laki yang sedang menunggunya, ada perasaan yang luar biasa berkecamuk dalam diri Garry, bukan masalah Rara, namun masalah dengan laki-laki ini. Garry mendekatinya, melihat laki-laki itu dengan tidak biasa.

“Lo kumel amat?”, tanya Garry.
“Ah don’t ask, gue butuh bantuan lo”, jawabnya.
“Ada masalah apa Ken?”.
“Gue, gue, gue kabur dari rumah udah seminggu”.
“Seminggu dan, dan selama seminggu lo tinggal dimana?”.
“Gue kost dan gue keabisan duit”, ujar Kenny.
“God you mess, bro. Ehm, ada yang bisa gue bantu?”.
“Entahlah, gue gak mungkin duit pinjem ke lo, lo kenal gue aja baru 2 kali ketemu dan lo pastinya gak bakal percaya sama gue, siapa gue kan?”.
“Oke, lalu apa itu selain duit?”.
“Boleh gue tinggal disini, mungkin cuma dua atau tiga hari setelah itu gue akan berfikir dimana lagi gue akan tinggal, please, lo satu-satunya yang gue harepin, semua temen gue nolak permintaan gue”.

Garry terkejut atas permintaan Kenny. Dia meminta bantuan Garry untuk tinggal di rumahnya. Andai saja Kenny tahu bahwa yang ada di hadapannya saat ini adalah saudaranya dan rumah itu juga rumahnya secara tidak langsung. Garry sebenarnya tidak mempermasalahkan Kenny untuk tinggal di rumahnya, tapi bagaimana kalau ibu dan saudaranya tahu tentang siapa sebenarnya Kenny, dia tidak mau ada keributan lagi di rumah ini. Namun, Garry sangat kasihan melihat kondisi Kenny yang berantakan. Garry menghela nafas dan berharap kehadiran Kenny tidak membuat keluarganya berantakan lagi, dan satu-satunya jalan Garry harus menyembunyikan jati diri Kenny sebenarnya.

“Tapi kalau emang lo gak bisa, ya udah, gue gak maksa kok”, ujar Kenny lagi.
“Ehm, Ken, lo boleh tinggal disini terserah sampai kapanpun lo mau, oke”, Garry akhirnya meluncurkan kalimat itu.

Kenny memandang mata Garry, ada ketulusan disana.

“Makasih, gue gak ngerti harus bagaimana ngebalas semua ini, tenang aja kok, gue sekarang udah keluar dari kampus dan mencoba bekerja, kebetulan temen ngajakin gue kerja di bengkel mobil”.
“Ouw, baguslah Ken, kalau gitu, masuk yuk, gue suruh pembantu gue buat nyiapin kamar lo”.
“Gak-gak usah, biar gue aja yang rapiin, sekali lagi makasih ya Gar”.
“Ya”.

Kenny memeluk Garry sebentar, lalu masuk ke rumah Garry.

-.-.-

Rocky dan Sabrina masih duduk di pinggiran kolam, sementara Garry menemui mereka.

“Hai”.
“Hai, darimana lo?”, tanya Sabrina.
“Rumah mas Nathan, ketemu Rara”.
“Intensitas pacaran lo jadi sering gini ya Gar, baguslah gue rasa Rara adalah pilihan yang cocok buat lo”, komentar Sabrina.
“Ngomong-ngomong tentang cocok, gimana mas Satria bergitar lo?”, canda Garry.

Sabrina menempeleng kepala Garry pelan.

“Ngapain sih nanya-nanya, kenapa?”, tanya Sabrina.
“Ya tanya aja, liat aja deh di keluarga kita mas Rocky udah tuh jadian sama yayang Nathan terus gue, tinggal lo kan?”.
“Entarlah kan butuh proses, apalagi dia duda, gue gak maulah dua kali kejadian sebagai perebut suami orang”.
“Emang istrinya masih hidup”, tanya Rocky asal.
“Masihlah, mereka emang udah cerai sih, cuma kan baru 8 bulan yang lalu”.
“8 bulan waktu yang lumayan lama kali Na, buat recovery perasaan Satria, dan menurut gue yang membuat dia sekarang lebih terbuka ya karena elo”, jelas Rocky.
“Bener tuh, apalagi siapa tuh anaknya?”.
“Rachma”.
“Ya Rachma, kayaknya dia suka sama mbak, dan gue rasa mbak bisa jadi ibu tiri yang baik”, puji Garry.
“Yep, gue setuju sama Garry”.
“Makasih semua, udah bikin gue berfikir lagi tentang hubungan gue sama Satria, ya udah, gue harus ke sekolah ada yang harus gue urus”.
“Take care Na”.
“Ati-ati mbak”.
“Oke, bye semua”.
“Bye”, jawab Garry dan Rocky kompak.
“Mas, ehm gue bawa temen gue tinggal disini buat sementara, menurut lo gimana?”, tanya Garry ke Rocky.
“Cowok?”.
“Yep”.
“Ganteng?”.
“I-iyap”.
“Gak apa-apa”.
“Gila lo, dia temen gue, adek angkatan di kampus sih, dan last time I check, dia masih straight, oke”, jelas Garry sembari tertawa kecil.
“Gak apa-apa, pandengan-pandengan dikit boleh dong”, canda Rocky.
“Ouw, jadi udah siap nih coming out?”, sindir Garry.

Rocky menyiram air ke arah Garry sembari tertawa, Garry menghindari itu dan pergi meninggalkan Rocky.

-.-.-

Donny membawa troli belanjaan bersama Rinna di deretan makanan kecil, Rinna mengambil makanan kecil kesukaan Bianca.

“So can you tell me?”, tanya Rinna.
“About—about what?”, Donny tidak mengerti maksud Rinna.
“Kamu sama Karin”.
“Aku sama Karin?”.
“Ya, tadi di ruang rapat aku ngeliat kamu, Karin beda aja, pandangan dia ke kamu, yang biasanya hangat dan bersahabat jadi seolah-olah dia sedang marah sama kamu, kamu tahu kan, kamu sama Karin adalah pasangan kakak-adik paling kompak yang pernah aku tahu, jadi, aku ngerti banget kalau diantara kalian lagi ada masalah”.
“Gak kok, aku gak ada masalah sama Karin, masalah tadi cuma masalah kerjaan aja. Dia gak setuju sama keputusan aku, dan aku juga gak bisa nerima alasan dia kenapa dia nolak, just business stuff”.
“Are you sure?”.
“Totally”, jawab Donny sembari tersenyum.
“Oke, kalau gitu, aku cuma salah persepsi aja”, Rinna melanjutkan belanjanya, sementara Donny ada di belakangnya, semua begitu rumit sekarang.
“Sayang, aku, aku ada perlu sebentar di kantor, kamu bisa pulang sendiri?”.
“Ya udah, tapi jangan malem-malem ya, Bianca nungguin kamu buat ngajarin PR matematikanya”.
“Oke, aku pergi dulu”, Donny mencium kening Rinna dan meninggalkannya.

-.-.-

Rocky sedang santai di ruang tengah, Garry dan temannya sedang ada di kamar Garry mengobrol. Dia masih berfikir tentang apa yang sedang terjadi dalam hubungannya bersama Nathan. Baru saja dia berfikir tentang Nathan, orang tersebut sudah ada di belakangnya.

“Gimana cutinya?”, tanya Nathan.
“Cuma di rumah aja, gimana kerjaan?”, Rocky menjawab.
“Not great, gak ada kamu sehari rasanya kangen banget”, Nathan duduk di sebelah Rocky.
“Ehm, Than, boleh aku nanya sesuatu?”.
“Silahkan”.
“Kamu, apakah kamu menghargai hubungan kita?”.
“Sangat”.
“Aku tahu kamu udah banyak berkorban demi aku, ngerti gimana rumitnya hubungan ini, tertutup dan gak banyak orang yang tahu karena ketakutan aku. Mengijinkan Rara tinggal di rumah kamu demi Garry dan aku, aku terlalu bodoh untuk gak bisa ngerti bahwa pengorbanan kamu begitu besar”.
“Kamu ngomong apa sih? Aku ngelakuin semua, karena aku sayang kamu”, Nathan memegang tangan Rocky.
“Aku tahu, dan aku juga sayang kamu, tapi apakah kamu mau menerima aku dan keputusan aku apa adanya?”.
“Ky, aku akan melakukan apapun demi hubungan ini”.
“Dan kamu gak akan pernah menanyakan kenapa aku memutuskan hal itu nantinya?”.
“Ini masalah Eka?”.
“Ya”.
“Asal kamu bahagia, aku janji, aku gak akan menanyakan alasannya”.
“Aku, aku akan mundur dari jabatan itu, dan aku akan berhenti dari perusahaan”, kata Rocky pelan.
“Ky, kenapa?”.
“Kamu udah janji gak akan menanyakan alasannya kan?, tapi yang pasti aku juga ingin berkorban dan ini pengorbanan aku, lebih baik aku menyelamatkan hubungan kita daripada bekerja di bawah tekanan Eka”.
“Kamu yakin?”, tanya Nathan.
“Aku sangat yakin, lagian kita masih bisa ketemu kan di rumah”, Rocky tersenyum memastikan bahwa Nathan tidak kecewa.
“Oke, kalau gitu aku akan terima semua keputusan kamu”.
“Makasih, Sayang”.

Rocky memeluk Nathan.

-.-.-

“Ini pertemuan kita yang terakhir, pak Mulya membatalkan proyek ini”, ujar Donny kepada Mutia.
“Oke, dan aku harap kita ngelupain semua yang udah terjadi”, jawab Mutia.
“Good, dan jangan pernah menghubungi aku lagi, oke?”.
“Ya”.
“Aku pergi”.

Mutia mengangguk dan membiarkan Donny pergi, matanya sembab, dia tidak mengerti apa yang terjadi saat ini, Donny tidak akan pernah lagi menemuinya, dan semua dendamnya terbalas, perasaan lega sangat terasa, Mutia hanya tersenyum.

-.-.-

Sabrina sedang menyelesaikan laporan bulanan sebagai guru di sekolah modellingnya. Satria mendatangi Sabrina.

“Udah jam 7 malem kamu belum pulang?”, tanya Satria.
“Ouh, kaget aku, aku kira siapa, ehm belum nih, sebentar lagi kelar kok”.
“Aku tungguin ya”.
“Tapi Rachma?”.
“Tenang aja, dia lagi sama ibunya”.
“Ehm, aku gak ngerti masalah hak asuh, tapi Rachma itu?”.
“Milik ibunya, hak asuh ada di tangan dia dan aku cuma punya waktu seminggu dalam sebulan untuk bersama-sama Rachma, awalnya berat, aku sangat deket sama Rachma, tapi ini udah keputusan pengadilan dan aku harus mentaatinya”.
“Ya”.
“Ehm, Na, Rachma, Rachma bukanlah satu-satunya alasan kenapa aku ingin berhubungan serius dengan kamu. Dia memang sangat-sangat menyukai kamu, tapi, tanpa Rachma-pun aku punya seribu alasan untuk mencintai kamu, dan aku sangat menginginkan kamu dalam sisa hidup aku. Aku berani janji apapun sama kamu kecuali kebahagiaan, karena dengan kebahagiaan kita bisa melakukan ini”.

Sabrina memandang Satria, perasaan yang lain muncul, dia tidak pernah senyaman ini jika berada di dekat laki-laki, dan hanya Satria yang bisa menciptakan moment indah di saat yang tak terduga seperti malam ini, dia mendekati Satria dan memegang tangannya.

“Kamu udah yakin atas apa yang kamu katakan tadi?”, tanya Sabrina.
“Sangat, sangat yakin, aku emang gagal menjalin hubungan dengan satu wanita, tapi aku berharap, aku gak akan gagal menjalin hubungan dengan kamu, karena aku melihat sosok yang berbeda, cantik, cerdas dan great personality”.
“Jujur Sat, aku sangat trauma dengan sebuah hubungan, apalagi melihat papahku yang tega menyakiti istrinya demi wanita lain, dan seolah-olah aku terlahir seperti mamahku, dan aku takut jika semua yang terjadi pada diri mamah, terjadi juga pada diriku, dua kali aku berhubungan berakhir dengan kejadian yang sama, aku hanya selingkuhan, gak lebih”.
“Aku akan memastikan bahwa kamu adalah satu-satunya yang ada dalam hatiku saat ini”.
“Aku mencintai kamu”, ujar Sabrina.

Satria tersenyum, Sabrina akhirnya menerimanya sebagai kekasih, dia mendekati bibir Sabrina dan menciumnya, suasana sepi di sekolah membuat malam itu terasa romantis bagi mereka berdua.

-.-.-

Suasana rapat pagi ini sangat tidak menyenangkan untuk Rocky, dia memandang Nathan yang sedang memberikan pengarahan bagi karyawannya, dan Eka masih berpandangan sinis kepada mereka berdua, setelah selesai memberikan pengarahan Nathan menawarkan kepada karyawan untuk memberikan update pekerjaan mereka.

“Oke, any update?”, tanya Nathan.

Rocky ragu-ragu untuk berdiri, dia harus mengumumkan pengunduran dirinya di hadapan semua karyawan.

“Ehm, boleh saya ngomong”, pinta Rocky.
“Silahkan”, kata Nathan.
“Temen-temen, ada yang ingin saya katakan kepada kalian semua. Pertama kali saya dateng ke kantor ini saya merasa asing, orang-orang disini memandang saya sok karena saya pernah bekerja di kantor ini di Amerika, tapi 8 bulan ini adalah 8 bulan yang luar biasa, saya punya banyak teman dan banyak pekerjaan. Hari ini adalah hari terakhir saya bekerja disini, berat memang harus meninggalkan kesenangan ini, kenyamanan ini dan semua yang ada disini, saya bakal kangen sama candaan David, atau latahnya Marissa, bahkan kopi enaknya mas Parjo”, Beberapa karyawan sangat meyayangkan keputusan Rocky itu, terlihat dari wajah mereka. “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas 8 bulan ini, saya telah memutuskan ini jauh-jauh hari, dan untuk itu, menurut pak Nathan, posisi saya akan digantikan oleh mas Eka, selamat mas, semoga mas bisa bikin perusahaan ini tambah maju dan lebih kreatif. Terakhir, gak ada salahnya kalau saya jujur sama kalian semua, mungkin kalian tahu siapa saya jika dalam kantor ini, namun kalian gak pernah tahu siapa saya di luar kantor. Yang kalian tahu hanya ada satu orang yang mengaku dirinya gay di kantor ini, yaitu pak Nathan, tapi hari ini saya juga ingin mengaku bahwa saya, gay dan kita pacaran”.

Semua karyawan tidak percaya bahwa apa yang dikatakan Rocky adalah benar, pemuda tampan dan banyak diidolakan beberapa gadis di kantornya rupanya adalah gay, Nathan diam, dia tidak tahu harus berbuat apa.

“Ada seseorang yang mengatakan bahwa jujur adalah hal yang sangat penting dalam sebuah hubungan, dan saya udah berusaha untuk jujur, karena saya menghargai hubungan itu, saya mencintai Nathan, lebih dari sebuah ancaman atau pekerjaan ini, itu aja, selamat pagi”, tuntas Rocky.
“Ehm, saya gak ngerti kenapa Rocky seberani ini, tapi yang kalian harus tahu, ini adalah keputusan kami, dan maaf kalau mengganggu rapat ini, saya tahu kalian adalah orang-orang yang open minded, dan menerima saya apa adanya, dan saya sangat berterima kasih untuk itu, rapat selesai”.

Semua karyawan berdiri dan menyalami Rocky, mereka tidak marah atas keterbukaan Rocky, malah mereka memberikan support dan senyuman, bagi Rocky itu sudah cukup, sementara Eka hanya terdiam dan pergi meninggalkan ruang rapat bersama yang lain.

“Makasih ya”, kata Nathan.
“Aku yang terima kasih, berbulan-bulan kamu terus menahan tentang hubungan ini, sedangkan aku gak pernah tahu bahwa itu adalah perasaan yang sangat gak enak buat kamu, aku melakukan ini demi hubungan kita, oke?”.
“Ya”.
“So, tampaknya aku harus rapih-rapih workstation, aku langsung pergi hari ini, semua kerjaan aku udah aku serahin ke Eka sebelum rapat tadi, dan semua meetingku udah aku alihkan ke Marissa”.
“Aku bakal kangen”.
“Kita masih bisa ketemu kok”.
“Ya”.

Rocky meninggalkan Nathan sendiri, dia membereskan workstationnya, sementara beberapa rekan kerjanya membantunya dengan ikhlas, rupanya jujur tidak selalu menyakitkan, tapi jujur bagi Rocky adalah sebuah jalan menuju kebahagiaan.

NO AIR

Lagu yang dibawakan Jordin Spark Featuring Chris Brown

Tell me how im supposed to breathe with no air (air)
Oooh….

(Verse 1)
[ Jordin S.]
If i
should die
before
I wake
Its cause
you took
my breath
away
losing you is like living in a world
with no air
Ohhh…

[ Chris B.]
Im here
alone
didnt want
to leave
My heart won’t move
its incomplete
wish there
was a way
that i can get you to understand

(Pre-Chorus)
But How
Do you expect me
To live alone with just me
Cause my world revolves around you
its so hard for me to breathe

(Chorus)
Tell Me How im supposed to breathe with no air
Can’t live can’t breathe with no air
thats how i feel whenever you ain’t there
Its No Air No Air
Got me out here and the water so deep
Tell me how you gon be without me
if you ain’t here i just can’t breathe
Its No Air No Air

No air air (ohhhh)
No air air (noooo)
No air air (ohhhh)
No air air

( Verse 2 )
[ Chris B.]
I Walked
I Ran
I Jumped
I Flew
Right off the ground
To float to you
Theres no gravity
To hold me down
Foreal

[Jordin S.]
But Somehow
Im still alive inside
You took my breath
But i survived
I don’t know how
But i don’t even care

(Pre-Chorus)
So How (How)

Do you expect me (Me)
To live alone with just me (Ohh)
Cause my world revolves around you
its so hard for me to breathe

( Chorus)
Tell Me How im supposed to breathe with no air (ohhhh)
Can’t live can’t breathe with no air (ohhh)
thats how i feel whenever you ain’t there
Its No Air No Air
Got me out here and the water so deep (So deep)
Tell me how you gon be without me (Without Me Yeahhh)
if you ain’t here i just can’t breathe
Its No Air No Air

No air air (ohhhh)
No air air (ohhhh)
No air air (ohhhh)
No air air (No More)

uhh uhh uhh
No Air (ohhh)
uhh uhh uhh (Baby)
No Air (ohhh)
uhh uhh uhh
No Air

Its No Air No Air
Heyyy..
Oooooo..
No Aiiiiiir
Oooooo..

Ohhhhhhhhhhhhhhhh
(Chorus)
Tell Me How im supposed to breathe with no air (ohhhh)
Can’t live can’t breathe with no air
thats how i feel whenever you ain’t there
Its No Air No Air
Got me out here and the water so deep (So deep)
Tell me how you gon be without me (Without Me Yeahhh)
if you ain’t here i just can’t breathe
Its No Air No Air

Do you expect me
To live alone with just me
Cause my world revolves around you
its so hard for me to breathe

(Chorus)
Tell Me How im supposed to breathe with no air (ohhhh)
Can’t live can’t breathe with no air
thats how i feel whenever you ain’t there
Its No Air No Air
[ Jordin S.]
Got me out here and the water so deep
[ Chris B.]
Tell me how you gon be without me
[ Jordin S.]
if you ain’t here i just can’t breathe
[Both]
Its No Air No Air

No air air (ohh)
No air air (ohh)
No air air (No air)

Bweh, lagunya cathcy dan sangat mendalampun *heuheuheue

Ini linknya kalo pengen donlot :
http://rapidshare.com/files/71335304/Jordin_Sparks_-_No_Air__Feat_Chris_Brown_.mp3

~~nyanyi yuuuk~~

CONTENT

bLog ini bakal diisi :
  • Cerita Pendek, semoga aja ini bisa dibikin
  • Review Film & Musik, asal gak males
  • Puisi, ih emang bisa bikin?
  • DLL, nah yang ini dirahasiakan *hammer
Hehehhe....

Preambule

bLog baru, semangat baru!!!